Segala puji bagi Allah, dan shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Rasulullah beserta keluarga dan para shahabat beliau.
Ibnul Qayyim
berkata, “Aku pernah mendengar Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: ‘Zuhud adalah meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat di Akhirat, dan wara` adalah meninggalkan perkara yang engkau khawatirkan bahayanya di Akhirat'. Ini termasuk ungkapan yang paling baik dan paling sempurna memuat perbedaan antara zuhud dan wara.”
Hakikat zuhud adalah kosongnya hati dari kebergantungan terhadap hal-hal yang tidak bermanfaat di Akhirat, dan ia terbagi ke dalam beberapa tingkatan:
Pertama: Meninggalkan hal-hal yang haram dan syubhat;
Kedua: Meninggalkan hal-hal halal yang berlebihan;
Ketiga: Meninggalkan hal-hal yang menyibukkan dari mengingat Allah—Subhanahu wa Ta`ala.
Demikianlah yang dikatakan oleh Imam Ahmad
.
Sedangkan hakikat wara` adalah menjauhi hal-hal yang haram, hal-hal yang syubhat, dan segala yang membahayakan agama, sejauh mungkin.
Atas dasar ini, berarti wara` termasuk ke dalam zuhud dan merupakan bagian darinya. Oleh karena itu, sebagian ulama berkata: “Wara` adalah awal kezuhudan, seperti halnya qana`ah adalah awal keridhaan.”
Wallahu a`lam.