Segala puji bagi Allah, dan shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Rasulullah beserta keluarga dan para shahabat beliau.
Sesungguhnya menyampaikan hadits Rasulullah
tidak sama dengan menyampaikan perkataan manusia biasa. Karena dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Mughirah
, Rasulullah
bersabda, "Sesungguhnya berbohong terhadapku (atas namaku) tidak sama dengan berbohong atas nama orang lain. Barang siapa yang berbohong atas namaku, hendaklah menyiapkan tempat duduknya di Neraka." [HR. Al-Bukhari]
Setiap muslim harus hati-hati dan teliti sebelum menyebut suatu hadits sebagai sabda Rasulullah
. Sedangkan siapa yang mendengar suatu hadits dari seseorang, dan ia mengetahui bahwa hadits tersebut tidak benar dari Rasulullah
, ia harus memberitahu orang itu bahwa hadits tersebut tidak shahîh. Tindakan ini termasuk kategori nasihat untuk (membela) Rasulullah
dan kaum muslimin. Dalam sebuah hadits, disebutkan bahwa Nabi
bersabda, "Agama adalah nasihat." Para shahabat berkata, "Untuk siapa?" Beliau menjawab, "Untuk Allah, untuk kitab-Nya, untuk Rasul-Nya, untuk para pemimpin kaum muslimin, dan untuk kaum awam umat Islam." [HR. Muslim]
Mengenai maksud nasihat untuk Rasulullah, Imam An-Nawawi berkata, "Menghidupkan cara hidup dan sunnah beliau, menyebarkan dakwah dan Syariat beliau, menghapuskan tuduhan buruk terhadap ajaran beliau, serta tidak berbicara tentang Syariat yang beliau bawa tanpa didasari ilmu."
Wallahu a`lam.