Menjelaskan Ke-dha`îf-an Hadits Termasuk Bentuk Usaha Membela Rasulullah

14-5-2026 | IslamWeb

Pertanyaan:

Apakah kewajiban seorang muslim ketika mendengar sebuah hadits dari seseorang, dan ia meragukan ke-shahîh-annya? Ia mendengar hadits itu di atas transportasi umum, sehingga kemungkinan setelah itu, ia tidak akan bertemu lagi dengan orang yang menyampaikannya tersebut? Demikian pertanyaan saya, semoga Allah senantiasa membimbing Anda melakukan apa yang diridhai-Nya.

Jawaban:

Segala puji bagi Allah, dan shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Rasulullah beserta keluarga dan para shahabat beliau.

Sesungguhnya menyampaikan hadits Rasulullah  may  Allaah  exalt  his  mention tidak sama dengan menyampaikan perkataan manusia biasa. Karena dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Al-Mughirah  may  Allaah  be  pleased  with  them, Rasulullah  may  Allaah  exalt  his  mention bersabda, "Sesungguhnya berbohong terhadapku (atas namaku) tidak sama dengan berbohong atas nama orang lain. Barang siapa yang berbohong atas namaku, hendaklah menyiapkan tempat duduknya di Neraka." [HR. Al-Bukhari]

Setiap muslim harus hati-hati dan teliti sebelum menyebut suatu hadits sebagai sabda Rasulullah  may  Allaah  exalt  his  mention. Sedangkan siapa yang mendengar suatu hadits dari seseorang, dan ia mengetahui bahwa hadits tersebut tidak benar dari Rasulullah  may  Allaah  exalt  his  mention, ia harus memberitahu orang itu bahwa hadits tersebut tidak shahîh. Tindakan ini termasuk kategori nasihat untuk (membela) Rasulullah  may  Allaah  exalt  his  mention dan kaum muslimin. Dalam sebuah hadits, disebutkan bahwa Nabi  may  Allaah  exalt  his  mention bersabda, "Agama adalah nasihat." Para shahabat berkata, "Untuk siapa?" Beliau menjawab, "Untuk Allah, untuk kitab-Nya, untuk Rasul-Nya, untuk para pemimpin kaum muslimin, dan untuk kaum awam umat Islam." [HR. Muslim]

Mengenai maksud nasihat untuk Rasulullah, Imam An-Nawawi berkata, "Menghidupkan cara hidup dan sunnah beliau, menyebarkan dakwah dan Syariat beliau, menghapuskan tuduhan buruk terhadap ajaran beliau, serta tidak berbicara tentang Syariat yang beliau bawa tanpa didasari ilmu."

Wallahu a`lam.

www.islamweb.net