Islam Web

Artikel

  1. Home
  2. RAMADHAN

Terbebas Dari Api Neraka

Terbebas Dari Api Neraka

Saudaraku seiman, itulah target yang dibidik oleh orang-orang berpuasa, piala kemenangan yang diperlombakan oleh orang-orang beriman, yaitu dibebaskan dari Neraka.

Saudaraku, orang yang berbahagia dalam makna sesungguhnya adalah orang yang keluar dari puasanya dalam keadaan diampuni dan tercatat sebagai orang yang berhak mendapatkan kenikmatan abadi.

Saudaraku, apakah sebelum Ramadhân engkau telah berbicara kepada dirimu sendiri untuk selamat dari Neraka Allah—Subhanahu wata`ala? Apakah engkau telah mempersiapkan dirimu dengan rasa takut kepada azab Allah—Subhanahu wata`ala?

Saudaraku, ini adalah tentang Neraka yang demi menghindarinya, orang-orang beriman rela menahan cekikan dahaga. Mereka bersabar menahan panasnya dunia demi mendapatkan keamanan dan naungan pada hari Kiamat kelak.

Saudaraku, sungguh sedikit orang yang mempersiapkan diri mereka sebelum Ramadhan, dengan membuncahkan rasa gembira dan rasa takut secara bersamaan, untuk menyambut hari-hari penuh berkah itu.

Saudaraku, jika suatu ketika engkau pergi memenuhi suatu kebutuhanmu, dan engkau harus berjalan jauh selama 30 hari untuk mendapatkannya, kemudian sampai di akhir perjalanan, ternyata engkau kembali dengan tangan kosong, sehingga semua kelelahan dan usahamu sirna dibawa angin, bagaimana perasaanmu pada waktu itu?

Saudaraku, itulah permisalan orang yang berpuasa di bulan Ramadhan. Tujuannya adalah mendapatkan pengampunan dan keselamatan dari Neraka. Jika gagal mendapatkan itu, berarti ia benar-benar telah terjatuh ke dalam kepapaan yang tiada terkira. Nabi Shallallâhu `alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya Allah membebaskan orang-orang tertentu dari Neraka setiap kali selesai berpuasa (bulan Ramadhan)." [HR. Ath-Thabrani; Menurut Al-Albani: shahih]

Ibnu Mas`ud  may  Allaah  be  pleased  with  them apabila telah berakhir bulan Ramadhân, biasa berkata, "Siapakah gerangan orang yang puasanya diterima, sehingga kita ucapkan selamat kepadanya? Siapakah gerangan yang tidak diterima puasanya, sehingga kita ucapkan bela sungkawa untuknya?"

Saudaraku, berusahalah untuk menyongsong sentuhan-sentuhan indah di bulan penuh berkah ini, semoga Allah menjadikan akhir hidupmu berada dalam kebaikan. Nabi—Shallallâhu `alaihi wa sallam—bersabda, "Berbuat baiklah pada masa hidupmu dan carilah sentuhan-sentuhan rahmat Allah, karena sesungguhnya sentuhan-sentuhan rahmat-Nya akan Dia tebarkan kepada siapa saja di antara para hamba-Nya yang dikehendaki-Nya. Memohonlah agar Allah menutupi aib-aib kalian dan mengamankan kalian dari segala yang kalian takuti." [HR. Ath-Thabrani; Menurut Al-Albani: shahih]

Saudaraku, marilah kita bersama-sama memohon kepada Allah agar segera memutar hari demi hari sehingga kita bertemu dengan Ramadhan. Mari berdoa semoga Allah memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang dirahmati, mendapatkan ampunan-Nya serta dibebaskan dari ap Neraka dengan berpuasa di bulan yang penuh berkah itu.

Saudara seiman, itulah bulan yang penuh berkah. Jadikanlah persiapanmu untuk menghadapinya sebagai doa agar engkau termasuk orang-orang yang bertemu dengannya. Jadikanlah bekalmu untuk menemuinya adalah kejujuran yang akan mewariskan untukmu Surga yang dipenuhi kenikmatan.

Saudaraku, semoga Allah mengaruniakan kepada kita semua kejujuran orang-orang yang berpuasa, kesungguhan orang-orang yang mendirikan shalat malam, dan sifat orang-orang yang bertakwa. Semoga Allah mengumpulkan kita pada Hari Perhimpunan bersama orang-orang yang diberi nikmat. Semoga Allah dengan rahmat dan ridha-Nya mengangkat kita semua ke derajat orang-orang yang dekat dengan-Nya.

Segala pujian selamanya kita persembahkan untuk Allah dengan sempurna tanpa cacat. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad  may  Allaah  exalt  his  mention bersama keluarga dan para shahabat beliau, serta semua orang yang mengikuti mereka dengan setia.

Artikel Terkait