Islam Web

Haji & Umrah

  1. Haji & Umrah
  2. Dakwah Islam

Keutamaan Berdakwah

Keutamaan Berdakwah

Melihat kebanyakan manusia dewasa ini, alhamdulillah kita menemukan banyak mereka yang condong kepada kebaikan. Saf-saf kaum Muslimin semakin bertambah, mereka bergerak menuju tepian taubat, keinginan untuk membela dan berkorban demi Agama, dsb. Tetapi, meskipun dunia ini banyak diisi oleh kabaikan, namun banyak juga keburukan yang tersebar masa demi masa, terutama ketika para penyeru kebaikan telah meninggalkan tanggung jawab melakukan perbaikan, memberi penerangan yang benar kepada manusia dan sibuknya sebagian orang shalih oleh diri sendiri saja sambil berlari meninggalkan tanggung jawab membela Agama.

Oleh karena itu saya ingin mencoba menggugah semangat dengan menyampaikan beberapa keutamaan dakwah kepada Allah serta keuntungan dunia dan Akhirat yang akan diraih oleh mereka yang bergerak dalam bidang perbaikan, memberi keterangan yang benar dan mengajarkan kebaikan kepada manusia. Semoga yang masih tidur menjadi terbangun dan yang telah beramal semakin bersemangat dalam beramal. Seraya memohon semoga Allah menjadikan kita sebagai pemikul cita-cita Agama ini dan berusaha menyebarkannya ke seluruh penjuru dunia di atas manhaj yang shahih.

Keutamaan-Keutamaan Dakwah:

1. Dakwah adalah tugas para nabi dan rasul, sebagaimana firman Allah (yang artinya): “Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: ‘Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang haq) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku’.” [QS. Al-Anbiya': 25].

Imam As-Sa`di  may  Allaah  be  pleased  with  them berkata: “Intisari dan dasar utama risalah semua rasul adalah perintah untuk menyembah Allah semata dan tidak menyekutukannya, serta memberikan penjelasan bahwa hanya Allah semata Tuhan sesembahan yang haq dan bahwa penyembahan kepada selain-Nya adalah penyembahan yang bathil.” Saya menyatakan: Tak diragukan lagi bahwa menjalani tugas dakwah ini merupakan sebuah kemuliaan karena mengikuti dan meneladani para rasul tersebut.

2. Dakwah adalah sebab turunnya rahmat Allah. Allah berfirman (yang artinya): “Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka adalah penolong bagi sebagian yang lain. Mereka saling menyuruh (mengerjakan) yang ma`ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan dirahmati oleh Allah...” [QS. At-Taubah: 71].

3. Dakwah adalah sebab sukses meraih keutamaan yang diberikan kepada Umat ini, sebagaimana firman Allah yang artinya): “Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma`ruf, mencegah dari yang munkar dan beriman kepada Allah...” [QS. Ali `Imran: 110].

Imam Ibnu Katsir  may  Allaah  be  pleased  with  them berkata: “Barang siapa memiliki sifat seperti di atas di dalam Umat ini maka ia termasuk di antara mereka yang mendapat pujian tersebut, sebagaimana dikatakan oleh Qatadah: ‘Kami mendengar bahwa Umar Ibnul Khaththab  may  Allaah  be  pleased  with  them berkata: ‘Barang siapa ingin menjadi bagian dari Umat itu maka ia harus menunaikan syarat-syarat yang telah ditetapkan oleh Allah di dalamnya (ayat di atas). Adapun orang yang tidak memiliki sifat-sifat itu maka ia lebih mirip dengan Ahlul Kitab yang dicela oleh Allah dalam firman-Nya (yang artinya: ‘Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sungguh amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.’ [QS. Al-Ma'idah: 79].”

Dakwah adalah sebab keberuntungan di dunia dan Akhirat. Allah berfirman (yang artinya): “Dan hendaklah ada di antara kalian ada segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma`ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” [QS. Ali `Imran: 104]. Imam As-Sa`di  may  Allaah  be  pleased  with  them berkata: “Golongan inilah yang siap menjalankan dakwah, menyerukan kebaikan dan mencegah kemungkaran, mereka adalah kaum Mukminin yang istimewa.”

Di antara ungkapan bagus yang diucapkan oleh Syaikh Shalih Ali Asy-Syaikh ialah perkataan beliau: “Para ulama mengatakan: amar ma`ruf nahi munkar didahulukan penyebutannya (dalam surat Ali `Imran, ayat 110 di atas) karena iman kepada Allah (kebaikannya) hanya bagi orang yang beriman itu saja. Adapun orang yang menyeru kepada yang ma`ruf dan mencegah kemungkaran adalah seorang mukmin juga, tetapi imannya berefek kepada orang lain, karena ia menyebarkan imannya. Oleh karena itu penyebutannya (mukmin yang melakukan amar ma`ruf nahi munkar) didahulukan atas orang-orang Mukmin lainnya.”

4. Dakwah adalah kepatuhan terhadap seruan Allah. Allah berfirman (yang artinya): “Hai orang-orang beriman, jadilah kalian penolong (agama) Allah...” [QS. Ash-Shaff: 14].

Ibnu `Asyur  may  Allaah  be  pleased  with  them berkata: “Maksud pertolongan di sini ialah menolong Agama Allah dengan cara mengokohkannya dan meneguhkan diri dalam menjalankan ajarannya, tanpa mempedulikan gangguan yang mereka hadapi dari orang-orang musyrik dan Ahlul Kitab.”

5.Dakwah adalah peneguh hati di atas Agama, karena Allah berfirman (yang artinya): “Hai orang-orang mukmin, jika kalian menolong (Agama) Allah, niscaya Dia akan menolong kalian dan meneguhkan hati kalian.” [QS. Muhammad: 7].

Maka berbahagialah setiap orang yang berjalan bersama kafilah dakwah, karena Allah akan memberinya keteguhan hati dan kekuatan memegang ajaran Agama, sebagai balasan atas upaya dan program-program dakwahnya. Hal ini dapat kita saksikan langsung dalam dunia kita, yaitu pada para ulama besar dan para dai yang mengabdikan diri mereka kepada Agama. Mereka adalah manusia-manusia yang paling teguh hatinya sepanjang zaman. Anda bisa membaca kisah-kisah para ulama seperti Ahmad Ibn Hanbal yang membela Agama di zaman fitnah “Kemakhlukan Al-Quran”, sehingga beliau meraih buahnya berupa keteguhan hati di atas Agama yang dikaruniai oleh Allah dan kesabaran dalam menghadapai ujian deraan cambuk dan kurungan penjara.

Lihatlah pula bagaimana Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berjuang membela Agama dengan karya-karyanya dalam rangka membantah para penganut agama-agama dan mazhab-mazhab bathil. Beliau membela Agama dengan menyebarluaskan ilmu kepada manusia dalam bebagai disiplin ilmu. Maka beliaupun memperoleh buahnya, yaitu Allah meneguhkan hatinya ketika dipenjara. Beliau adalah salah satu tokoh ulama yang paling teguh pendiriannya dalam kondisi-kondisi yang sangat sulit sekalipun. Maha benar Allah yang berfirman (yang artinya): “Hai orang-orang mukmin, jika kalian menolong (Agama) Allah, niscaya Dia akan menolong kalian dan meneguhkan hati kalian.” [QS. Muhammad: 7].

6. Dakwah menjernihkan dan mensucikan hati, sebagaimana firman Allah tentang hikmah diutusnya Nabi-Nya  may  Allaah  exalt  his  mention (yang artinya): “Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang Rasul dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah dan membersihkan (jiwa) mereka...” [QS. Ali `Imran: 164].

Maka kita harus menyadari bahwa di antara tugas dakwah yang paling besar ialah untuk membersihkan jiwa-jiwa manusia dan mendidiknya dengan ajaran-ajaran iman yang dibawa oleh Syariat Islam.

7.  Dakwah adalah amal yang paling utama dan ucapan yang paling baik. Allah berfirman (yang artinya): “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah dan beramal yang shalih...?" [QS. Fushshilat: 33]

Imam As-Sa`di  may  Allaah  be  pleased  with  them menafsirkan ayat di atas sebagai berikut: “Ayat ini berbentuk kalimat pertanyaan namun berarti penafian, yakni: ‘Tidak ada yang lebih baik ucapannya—ucapan di sini termasuk perkataan, metode dan prihal pelaku dakwah—daripada orang yang menyeru kepada Allah dengan mengajarkan orang-orang jahil, menasihati mereka yang lalai dan berpaling, membantah para penebar syubhat; menyeru mereka supaya menyembah Allah dengan semua bentuk ibadah, mendorong supaya ibadah-ibadah itu dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, memperingatkan akan bahaya larangan-larangan Allah, menerangkan keburukannya dengan segala cara yang membuat larangan-larangan itu ditinggalkan. Terutama ketika mendakwahkan prinsip-prinsip dasar Islam (aqidah), dakwah ini harus dilakukan dengan cara yang baik, berdialog dengan musuh-musuhnya dengan cara yang paling baik, melarang segala bentuk kekafiran dan kesyirikan yang bertentangan dengan aqidah serta melakukan amar ma`ruf nahi munkar.”

8.  Dakwah adalah sebab keselamatan dari kerugian yang disebutkan oleh Allah dalam firman-Nya (yang artinya): “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.” [QS. Al-`Ashr: 1-3].

Renungkanlah bagaimana Allah menafikan kerugian dari orang-orang beriman, beramal shalih, yang saling menasihati, saling berpesan dan mendakwahkan agar menjalankan kebenaran serta bersabar menghadapi segala rintangan di atas jalan tersebut.

9. Pahala dakwah akan tetap mengalir bagi seorang hamba setelah kematiannya, sebagaimana sabda Nabi  may  Allaah  exalt  his  mention: “Barang siapa memberi petunjuk kepada hidayah maka ia mendapat pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya.” [HR. Muslim].

Anda boleh membayangkan kalau seandainya sepuluh orang mendapat manfaat dari sebuah ceramah yang Anda sampaikan, atau sebuah kaset dakwah yang Anda bagikan atau sebuah kitab yang Anda hadiahkan kepada mereka, maka berapakah pahala kebaikan yang akan Anda peroleh dari mereka, dari keluarga mereka, dan dari orang-orang lain. Saat maut menjemput Anda ternyata pahala-pahala tersebut masih tetap mengalir kepada Anda ketika Anda berada di alam kubur.

10. Dakwah adalah sebab cinta Allah—Subhânahu wata`âlâ, sebagaimana sabda Nabi  may  Allaah  exalt  his  mention: “Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.” [Hadits. Menurut Al-Albani: Shahih].

Tak diragukan lagi bahwa manfaat yang paling besar bagi manusia ialah manfaat yang meluruskan aqidah dan keberagamaan mereka, menaikkan derajat keimanan mereka, mensucikan akhlak dan suluk mereka serta memerangi kebatilan dan syahwat yang merintangi jalan mereka.

11. Dakwah termasuk ihsan (perbuatan baik). Allah berfirman (yang artinya): “Dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah mincintai orang-orang yang berbuat baik.” [QS. Al-Baqarah: 195].

Jika memberi manfaat kepada manusia dengan menyediakan makanan dan keperluan hidupnya mempunyai pahala yang besar maka apalagi memberi makanan bagi hati dan ruh mereka dengan bekal iman yang menjadi sumber kehidupan mereka yang hakiki.

12. Dakwah merupakan sebab pujian Allah terhadap hamba-Nya dan permohonan ampunan oleh Malaikat dan seluruh makhluk untuknya, sebagaimana sabda Nabi  may  Allaah  exalt  his  mention: “Sungguh Allah dan Malaikat-Nya bahkan semut yang berada di dalam lubangnya dan paus di dalam lautan benar-benar bershalawat bagi orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia.” [Hadits. Menurut Al-Albani: Shahih].

Para ulama menjelaskan: Shalawat oleh Allah berarti pujian, dan oleh Malaikat dan seluruh makhluk yang lain berarti istighfar (permohonan ampun). Sungguh hadits ini sangat menakjubkan bagi orang yang merenungkannya. Anda akan mendapat pujian dari Allah dan istighfar (permohonan ampun kepada Allah bagi Anda) oleh para Malaikat yang tidak diketahui jumlahnya kecuali oleh Allah, bahkan istighfar oleh seluruh makhluk baik yang besar maupun yang kecil. Semua keutamaan ini adalah dengan Anda mengadakan program dakwah dan pengajaran kepada hamba-hamba Allah. Ya Allah, betapa besar keutamaan ini, akan tetapi dimanakah mereka yang berlomba dan mencari keutamaan yang tinggi ini?!

13. Dakwah adalah sebab mendapatkan doa Nabi  may  Allaah  exalt  his  mention dalam sabdanya: “Semoga Allah mencerahkan wajah seorang yang mendengar hadits dari kami lalu menghafalnya dan menyampaikannya kepada orang lain.” [Hadits: Menurut Al-Albani: Shahih].

Ibnul Qayyim  may  Allaah  be  pleased  with  them berkata: “Barang siapa melakukan keempat jenjang ini maka ia termasuk ke dalam doa Nabi yang memohonkan keindahan zahir dan batin (bagi pelakunya).”

14. Dakwah adalah sebab manusia selamat dari Neraka. Nabi  may  Allaah  exalt  his  mention bersabda: “Perumpamaanku adalah seperti seorang lelaki yang menyalakan api. Ketika api tersebut telah menyinari sekelilingnya (menyala) serangga-serangga dan binatang-binatang melata berdatangan untuk menjatuhkan diri ke dalam api tersebut. Lalu laki-laki itu menghalangi mereka tetapi mereka berhasil menglahkannya sehingga hewan-hewan tersebut masuk ke dalam api itu. Itulah perumpamaan diriku dan kalian. Aku menghalangi kalian mendekati api itu: jauhi api itu.. jauhi api itu.. tetapi kalian berhasil menyingkirkan aku sehingga kalian terjerumus ke dalam api itu.” [HR. Muslim].

Lihat misalnya: mereka yang berdakwah ke luar, berapa banyak orang yang mereka selamatkan dari Neraka? Barangkali Anda mendengar kegigihan para dai yang di tangan mereka banyak pemuda yang telah meninggalkan shalat bertahun-tahun menjadi sadar. Sungguh upaya yang luar biasa menyelamatkan mereka dari Neraka. Tetapi dimanakah orang yang merenungkan hal ini?

15. Dakwah adalah sebab paling besar dilipatkandakannya pahala, sebagaimana sabda Nabi  may  Allaah  exalt  his  mention: “Barang siapa mentradisikan kebiasaan baik dalam Islam maka baginya pahala amalan itu dan pahala orang-orang yang turut mengamalkannya, tanpa mengurangi sedikitpun pahala mereka.” [HR. Muslim].

16. Dakwah adalah sebab terjaga dan abadinya Syariat Islam, dan hal ini tentu saja dicintai dan diridhai oleh Allah. Dalil-dalil Syariat yang menjelaskan hal ini sangat mutawatir. Oleh karena itu, lihatlah negeri-negeri yang tidak ada aktivitas dakwah di dalamnya. Lihatlah bagaimana akidah yang lurus, ibadah-ibadah Syariat dan sunah-sunnah Nabi lenyap dari negeri-negeri tersebut.

17. Dakwah dapat menghentikan atau paling tidak meminimalisir gelombang kerusakan, karena sejatinya kebenaran itu kuat dan memiliki daya pengaruh yang kuat. Tetapi masalahnya, siapakah yang akan membawa kebenaran ini kepada manusia? Sementara itu banyak pula upaya serius dari para penyebar kerusakan, seperti para misionaris, juru-juru dakwah agama lain dan para perusak moral pegiat syahwat yang menyebarkan syahwat merusak melalui stasiun-stasiun TV, situs-situs internet, koran, majalah dan sarana-sarana merusak lainnya. Maka para dai harus memikul tugas dakwah ini di segala lini, dan di semua pintu yang terbuka guna membendung gelombang-gelombang perusak yang ditampilkan secara terang-terangan di seluruh penjuru dunia.  

18. Dakwah akan merealisasikan penghambaan hamba kepada Sang Khaliq dan menguatkan hubungan mereka dengan-Nya. Tentu saja hal ini merupakan amal yang paling baik dan paling mulia. Bukankah ini adalah tugas para rasul? Maka berbahagialah orang yang misi hidupnya ialah merealisasikan kehendak Tuhan dari penciptaan makhluk (yaitu beribadah kepada-Nya).

19. Dakwah termasuk jihad yang dicintai oleh Allah. Syaikh Shalih Ali Syaikh berkata: “Oleh karena itu, di Mekah, sebelum disyariatkannya jihad dengan senjata dan peperangan, jihad saat itu adalah jihad dakwah, jihad hujjah (menyampaikan argumen kebenaran) dan jihad bayan (menjelaskan kebanaran). Allah berfirman dalam surat Al-Furqân (yang artinya): ‘Maka janganlah engkau mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengannya (Al-Quran) dengan jihad yang besar.’ [QS. Al-Furqan: 52]. Ibnu `Abbas  may  Allaah  be  pleased  with  them berkata: Makna ‘berjihadlah dengannya’ dalam ayat di atas ialah berjehad dengan Al-Quran, dan ini adalah jihad hujjah dan bayan.”

Saya menyatakan: Oleh karena itu, keliru jika membatasi jihad itu hanya jihad senjata. Barangkali perkataan yang cukup baik menjelaskan hal ini adalah perkataan Ibnul Qayyim  may  Allaah  be  pleased  with  them: “Menyampaikan Sunnah Nabi  may  Allaah  exalt  his  mention lebih utama daripada menyampaikan anak panah ke leher musuh. Karena menyampaikan panah dapat dilakukan oleh banyak orang, sementara menyampaikan sunnah-sunnah Nabi tidak bisa dilakukan kecuali oleh para pewaris Nabi dan para khalifah di umat beliau.”

Kami tegaskan juga: Umat ini memiliki musuh dari luar yang harus diperangi dengan senjata, dan juga musuh dari dalam yang harus diperangi dengan dakwah, bayan (penjelasan yang benar), nasihat dan mengingkari kemungkaran.

20. Dakwah adalah sebab lapangnya dada, karena Allah telah menetapkan kebahagiaan bagi siapa saja yang berusaha memberi manfaat kepada manusia. Hal ini adalah perkara mujarab, kami melihat buktinya sebagaimana orang lain juga melihatnya.

21. Dakwah adalah sebab yang melindungi manusia dari dunia penyimpangan dan kejahatan seperti narkoba, pencurian dan syahwat. Sebab, mereka yang terjerumus ke dalam penyimpangan-penyimpangan tersebut telah kehilangan makna-makna keimanan, sehingga mereka berduyun-duyun menuju hal-hal yang diharamkan oleh Allah. Dan dakwah akan meneguhkan iman di dalam hati mereka sehingga menjadi sebab mereka selamat dari prilaku penyimpangan.

22. Dakwah merupakan sebab terjaga dan meluasnya rasa aman. Lihatlah para penganut aliran sesat, sekiranya mereka mendapat petunjuk kepada jalan hidup yang benar akankah mereka terjerumus ke dalam perbuatan-perbuatan menyimpang? Tentu saja tidak.

Oleh karena itu saya nasihatkan kepada siapa saja yang memiliki kekuasaan atas kaum Muslimin dan para pemegang keputusan, hendaklah mereka berkontribusi membuka pintu dakwah kebenaran, guna menjelaskan jalan hidup yang benar, supaya menjadi sebab terjaganya akal sehat masyarakat dari aliran-aliran menyesatkan.

Renungan: Ada orang yang memikul cita-cita besar Islam namun ada juga yang cita-citanya dipikul oleh Islam.

  

 

 

 

 

Artikel Terkait

Keutamaan Haji