Islam Web

Artikel

  1. Home
  2. Artikel

486 Artikel

  • Metode Mendidik Anak (Bag. 6)

    Cara-cara Keliru dalam Mendidik Anak Ada banyak metode keliru yang harus dihindari oleh para ibu ketika mendidik anak-anak mereka. Di antaranya: Diktator: Ibu atau ayah tidak boleh menghalangi keinginan alami anaknya, mencegahnya melakukan perilaku tertentu, atau mengharuskannya berpendapat seperti pendapat mereka dengan menggunakan berbagai ancaman,.. Selengkapnya

  • Metode Mendidik Anak (Bag. 5)

    Urgensi Perhatian dalam Mendidik Anak Banyak ibu yang melakukan kesalahan dengan meninggalkan anak-anak mereka bersama baby sitter atau orang lain yang menggantikan mereka dalam mendidik dan mengurus anak mereka. Ini sering terjadi pada para wanita karir yang menggeluti profesi tertentu, sehingga meninggalkan buah hati mereka menjadi mangsa bagi berbagai.. Selengkapnya

  • Metode Mendidik Anak (Bag. 4)

    Hukuman Pukulan: Para ahli pendidikan berkata, "Pengobatan paling terakhir adalah besi panas." Mereka membolehkan menggunakan pukulan sebagai hukuman untuk mendisiplinkan anak. Tapi mereka membolehkannya hanya pada batas-batas yang sangat sempit, dengan membuat syarat-syarat yang ketat dalam penggunaannya, agar hukuman pukulan ini tidak keluar.. Selengkapnya

  • Metode Mendidik Anak (Bag. 3)

    Hukuman Memperlakukan anak dengan lemah lembut dan kasih sayang adalah prinsip dasar. Oleh karena itu, para pakar pendidik muslim melarang menggunakan kekerasan kecuali jika diperlukan, dan itu pun setelah menggunakan semua sarana pendidikan yang lain. Hukuman juga harus bersifat moderat, tidak melukai rasa kebanggaan anak sehingga ia menjadi tidak.. Selengkapnya

  • Metode Mendidik Anak (Bag. 2)

    Hukuman (Punishment) dan Penghargaan (Reward) Punishment and reward adalah prinsip ilahiah yang diterapkan oleh Allah terhadap hamba-hamba-Nya. Barang siapa di antara mereka yang mengikuti jalan kebenaran, Allah memberi mereka Surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan mereka kekal di dalamnya. Allah—Subhânahu wata`âlâ—b.. Selengkapnya

  • Metode Mendidik Anak (Bag. 1)

    Anak-anak adalah buah hati kita. Bagaimana kita mendidik mereka secara benar, sehingga menjadikan mereka sebagai individu-individu yang baik serta bermanfaat bagi agama dan bangsa mereka? Tugas mendidik bukanlah tugas yang mudah, justru merupakan tugas yang sangat sulit dan berat bagi ayah dan ibu. Oleh karena itu, beberapa universitas di Barat membuka.. Selengkapnya

  • Tergesa-gesa (Bag. 2)

    Pada tulisan sebelumnya, kita telah membahas bahwa sifat tergesa-gesa ini adalah salah satu penyakit yang menjangkiti sebagian aktivis dakwah. Dalam artikel tersebut kita sudah menjelaskan maksud, bentuk, akibat dan beberapa faktor penyebabnya. Dalam tulisan ini, kita akan melanjutkan pembahasan seputar faktor penyebab ketergesa-gesaan, dan selanjutnya.. Selengkapnya

  • Tergesa-gesa (Bag. 1)

    Di antara sifat tercela yang ada pada sebagian aktivis dakwah yang harus dihindari dan dijauhi adalah sifat tergesa-gesa. Ketergesa-gesaan yang penulis maksud di sini adalah keinginan mengubah realita kaum muslimin saat ini dalam sekejap mata, bahkan lebih cepat lagi, tanpa memperhatikan konsekuensi dari tindakan yang dilakukannya, dan tanpa mempertimbangkan.. Selengkapnya

  • Apakah Engkau Menginginkan Keselamatan?

    Ketika turun firman Allah—Subhânahu wata`âlâ—(yang artinya): "Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat." [QS. Asy-Syu`arâ': 214], Nabi—Shallallâhu `alaihi wasallam—naik ke bukit Shafâ, lalu berseru, "Wahai Bani Ka'ab ibnu Lu'ay, selamatkanlah diri kalian.. Selengkapnya

  • Membela Diri

    Karakter keseimbangan yang menjadi keistimewaan Agama kita membuat seorang mukmin pada suatu kondisi harus bersifat tawaduk, toleran, penuh maaf, lapang dada, dan ketika marah juga mudah memaafkan. Tetapi pada kondisi-kondisi tertentu, seorang mukmin juga harus sangat mementingkan harga dirinya, menuntut haknya, membalas tindakan orang yang menzaliminya,.. Selengkapnya

  • Keraguan Mengantarkan kepada Kekufuran

    Keraguan adalah lawan dari keyakinan. Ia merupakan penyakit yang sangat berbahaya. Jika berhasil menguasai diri seseorang, penyakit ini akan menghancurkannya dengan virus ragu, bimbang, dan gelisah. Di samping itu, penyakit ini juga menghalangi penderitanya untuk dapat menggapai cita-citanya, karena ia menyebabkan lahirnya kebimbangan dalam mengambil.. Selengkapnya

  • Sikap Ekstrim Kendaraan Syetan

    Sesungguhnya fenomena ekstrimisme termasuk salah satu fenomena yang menjangkiti manusia, sehingga mereka melampaui batas. Barangkali sebagian dari mereka bertujuan untuk mencapai sesuatu yang lebih sempurna, akan tetapi dia tersesat. Biasanya kita melihat dalam kehidupan sehari-hari, orang-orang seperti ini akan beramal, sebagaimana dikatakan Ibnu Hajar&mdash.. Selengkapnya

  • Mengumbar Pandangan

    Oleh: Syaikh Ahmad Farid Mengumbar pandangan berarti melihat sesuatu dengan sepenuh mata, dan melihat apa yang tidak diperbolehkan. Ia adalah lawan dari kata menahan pandangan (ghaddul bashar). Allah—Subhânahu wa Ta`âlâ—menyuruh kita untuk menahan pandangan dalam firman-Nya (yang artinya): "Katakanlah kepada laki-laki.. Selengkapnya

  • Wahn: Penyakit Individu dan Umat

    Allah—Subhânahu wa Ta`âlâ—menceritakan kepada kita melalui ayat-ayat-Nya tentang pengikut setia para Rasul yang turut berjihad dengan mereka. Terkadang mereka berhasil memukul musuh, dan terkadang mereka harus menahan derita luka. Namun hal itu tidak menjadikan mereka lemah dalam berjuang di jalan Allah. Mereka tetap semangat.. Selengkapnya

  • Problem Anak-Anak

    Anak memiliki banyak problem psikologis yang terkadang membuat orangtua kebingungan, menderita, tidak dapat tidur, khawatir, bahkan berteriak histris karenanya. Apa yang akan kita lakukan pada anak kita yang mudah marah misalnya? Bagaimana kita berinteraksi dengannya? Ada di antara kita yang mengeluh misalnya: "Anakku mencuri!", "Anakku.. Selengkapnya