Islam Web

  1. Fatwa
  2. SIRAH (BIOGRAFI NABI)
  3. Dari Perang Badar Hingga Perjanjian Hudaibiyah
  4. Perang Uhud
Cari Fatwa

Nabi Tidak Pernah Kalah dalam Peperangan Apa pun

Pertanyaan

Apakah Rasulullah—Shallallâhu `alaihi wasallam—kalah dalam perang Uhud, atau tidak?

Jawaban

Segala puji bagi Allah, dan shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Rasulullah beserta keluarga dan para shahabat beliau.

Yang populer disebutkan dalam buku-buku hadits dan sirah adalah bahwa Nabi— may  Allaah  exalt  his  mention—bersama beberapa orang shahabat tetap bertahan ketika Kaum Musyrikin menyerang mereka, setelah pasukan pemanah milik Kaum Muslimin meninggalkan posisi mereka. Dalam hadits shahîh, Al-Barra' ibnu `Âzib— may  Allaah  be  pleased  with  them—menceritakan, "Nabi— may  Allaah  exalt  his  mention—menjadikan Abdullah ibnu Jubair sebagai komandan pasukan pejalan kaki pada Perang Uhud. Lalu mereka lari berpencaran, itulah yang dimaksud (dalam firman Allah): 'Sedangkan Rasul yang berada di antara kawan-kawan mereka yang lain memanggil mereka'. Pada waktu itu, tidak ada yang tetap bersama Rasulullah— may  Allaah  exalt  his  mention—kecuali hanya dua belas orang." [HR. Al-Bukhâri]

Rasulullah— may  Allaah  exalt  his  mention—tidak pernah kalah. Beliau terkenal dengan sifat keberanian dan selalu bertahan pada kondisi-kondisi sulit. Dalam sebuah hadits, Ali— may  Allaah  be  pleased  with  them—berkata, "Apabila perang sudah berkecamuk dan pasukan sudah saling bertemu, kami biasa berlindung di belakang Rasulullah— may  Allaah  exalt  his  mention sehingga tidak ada satu orang pun dari kami yang lebih dekat kepada musuh daripada beliau." [HR. Ahmad]

Yang perlu diketahui di sini, bahwa siapa pun sahabat yang berpaling pada perang Uhud, Allah—Subhânahu wata`âlâ—telah mengabarkan bahwa Dia telah mengampuni dan memaafkan mereka. Allah—Subhânahu wata`âlâ—berfirman (yang artinya): "Sesungguhnya orang-orang yang berpaling di antara kalian pada hari bertemunya dua pasukan itu, mereka hanyalah digelincirkan oleh Syetan, disebabkan sebagian kesalahan yang telah mereka perbuat (di masa lampau). Sesungguhnya Allah telah memberi maaf kepada mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyantun." [QS. Âli `Imrân: 155]

Wallâhu a`lam.

Fatwa Terkait

Cari Fatwa

Anda dapat mencari fatwa melalui banyak pilihan

Today's most read